Senin, 25 Juli 2016

Artikel Kesehatan: Peredaran Darah

Artikel kali ini membahas pengertian, penyebab dan mengatasi peredaran darah yang kurang lancara.

Pengertian:

sumber kompas menyebutkan:

Darah dalam tubuh manusia, ibarat oli atau pelumas pada mesin mobil atau motor. Mesin bakal rusak jika sirkulasi oli tersendat.
Begitu juga dengan tubuh manusia. Apabila aliran darah kurang lancar maka asupan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh juga bakal berkurang.
Hal itu tentu bisa berdampak pada melemahnya daya tubuh. Bahkan, sejumlah penyakit pun siap menyerang, seperti jantung, stroke, anemia, kanker, leukimia, dan lainnya gara-gara aliran darah dalam tubuh terganggu. Karena itu, sirkulasi darah harus lancar.
Kelancaran sistem transportasi atau sirkulasi darah ini sangat bergantung pada instrumen lainnya, seperti jantung dan pembuluh darah. “Jika terdapat gangguan pada jantung, pembuluh darah atau darah Anda sendiri maka sirkulasi dan transportasi pun menjadi terhambat,” ujar Mulyadi Tedjapranata, pakar kesehatan Klinik Medizone.

Penyebab:

dari dunia perempuan.com

SIRKULASI
Peredaran darah tak lancar disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah gangguan kolesterol yang dipicu oleh konsumsi makanan berlemak dan tak terkontrol, perokok jarang olah raga dan hidup penuh tekanan.
Faktor genetis juga berpengaruh pada pengidap tekanan darah tinggi. Namun, semua itu bisa dicegah dengan berbagai upaya. Misalnya menjaga gaya hidup sehat , menjaga keseimbangan, hidup rileks, menjaga pola makan, menghindari menu berlemak, cukup olah raga.
Gangguan sirkulasi juga bisa disebabkan karena adanya gangguan pada pembuluh darah yang berfungsi sebagai penyalur darah. Hal ini sering terjadi karena proses aterosklerosis ( pengerasan pembuluh darah). Proses aterosklerosis paling sering terjadi akibat hipertensi ( tekanan darah tinggi), diabetes ( kencing manis), kolesterol tinggi, rokok dan alkohol

versi kompas mengatakan

Biasanya, ungkap Mulyadi, gangguan sirkulasi darah terjadi karena timbulnya kerak atheromatous pada dinding pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah peningkatan kekentalan darah, serta pengerasan pada dinding pembuluh darah.
Gangguan sirkulasi darah juga bisa terjadi akibat faktor keturunan. Misalnya, seseorang dari keluarga yang memiliki anggota keluarga pengidap penyakit akibat gangguan sirkulasi darah berpotensi terkena gangguan sirkulasi darah.
Marganda, pakar kesehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, menambahkan, faktor gaya hidup tidak sehat juga bisa menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah. Asal Anda tahu, serangan jantung dan stroke selama ini banyak menyerang orang yang gaya hidupnya tidak sehat, contohnya perokok serta peminum minuman beralkohol.
Pemilik kadar kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan atau obesitas pun rentan terhadap serangan ini. “Dengan pola hidup seperti itu maka bakal banyak penyakit yang akan datang ke tubuh Anda,” ucap Marganda.

versi lain dari hanyawanita..com

Dinamika aktivitas tubuh perlu diimbangi dengan kemampuan darah memasok sejumlah oksigen sesuai kebutuhan. Hal ini bisa dicapai jika pembuluh darah mulus, lentur dan sehat.
Sayangnya, gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat, seperti gemar makan jerohan, goreng-gorengan dan makanan bersantan, membuat banyak orang menimbun low density lipoproteins (LDL) alias ‘kolesterol jahat’ pada dinding pembuluh darah arteri (nadi), sehingga muncul gangguan sirkulasi darah yang lazim disebut aterosklerosis.
Seseorang dikatakan terkena ateroklerosis jika kolesterol dalam darah mengendap pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Jika endapan ini dibiarkan maka akan terbentuk plak, sehingga dinding pembuluh darah mengeras, akibatnya aliran darah menjadi tidak lancar.
Akibat lebih jauh jantung tak bisa bekerja optimal memasok oksigen ke seluruh tubuh. Aterosklerosis bisa terjadi antara lain di pembuluh darah nadi otak atau ginjal. Jika tak segera ditangani berakibat fatal, seperti serangan jantung, stroke bahkan gagal ginjal.

Pencegahan dan solusi:

versi kompas

Marganda menyarankan kita supaya mengurangi konsumsi bahan makanan yang bisa memicu penyakit asam urat, seperti kangkung, bayam, dan daging kambing. “Kandungan purinnya tinggi. Kalau asam urat tinggi sudah pasti sirkulasi darah juga terganggu,” ujarnya.
Karena itu, setiap orang perlu mewaspadai gejala-gejala yang timbul apabila sirkulasi darah tidak lancar. Di antaranya kesemutan, kurang energi, cepat lelah, dan proses penyembuhan luka lebih lambat. Gejala lainnya adalah nyeri kepala, sulit berkonsentrasi, pandangan kabur, telinga berdengung, keringat dingin, nyeri dada, serta pikun pada usia lanjut. Gejala-gejala itu harus diwaspadai dan perlu segera diatasi karena bisa berakibat fatal. Cara menanganinya adalah dengan menjaga kelancaran sirkulasi darah.
Pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengurangi makanan berlemak, berhenti merokok, mengatasi stres, dan cukup istirahat, merupakan cara terbaik menjaga sirkulasi darah. ‘Perubahan gaya hidup ini demi menjaga kesehatan,” kata Marganda

versi duniaperempuan.com

KENALI DINI

Bila sirkulasi darah tak lancar, seseorang perlu melakukan sesuatu. Pertama, kenali secara dini gangguan sirkulasi darah anda. Gejala dapat berupa nyeri dada sebelah kiri, nyeri pada tungkai. Gejala tersebut muncul saat penderita berjalan, dan hilang saat istirahat. Ini bisa terjadi pada penyakit pembuluh darah perifer. Gejala lain berupa baal/ kesemutan sebelah badan, mulut mencong, bicara pelo, gangguan penglihatan, gangguan memori atau gangguan bahasa yang muncul mendadak. ( pada stroke) , penglihatan buram ( pada gangguan mata/retina) dan pusing berputar atau vertigo ( pada gangguan organ keseimbangan)
Jika terdapat satu atau beberapa gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Kemudian minum obat yang diberikan secara teratur.
Hindari gaya hidup modern yang cenderung bersifat sedentary life style ( kurang aktivitas fisik, baik berjalan kaki maupun lari ) , serta hindari makan makanan junk food.

versi hanyawanita.com menerangkan

Olahraga rutin
Lakukan olahraga rutin setidaknya 30 menit, minimal empat kali minggu. Secara bertahap, tingkatkan frekuensinya. Jalan kaki sudah cukup menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah
Hindari rokok
Rokok mengandung begitu banyak bahan kimia berbahaya. Merokok empat batang per hari berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung hingga 50%. Polusi dari asap kendaraan bermotor juga berperan sebagai penghambat kelancaran aliran darah
Pola hidup dan makan sehat
Kurangi konsumsi makanan berlemak dan goreng-gorengan. Jenis makanan ini membuat tubuh menimbun kolesterol dan memicu pengerasan dinding pembuluh darah. Juga, hindari makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh (berikatan tunggal). Sebaliknya tingkatkan asupan makanan berserat, sayur dan buah
Kelola stres
Stres sudah terbukti terkait dengan penyakit kardiovaskuler, gangguan tidur (insomnia) serta sakit sistem otot. Sebuah studi di University of Milan yang dimuat di jurnal Hipertensi, penderita stres banyak mengalami ketidakteraturan denyut jantung, serupa dengan yang dialami pasien hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya
Hindari kegemukan
Orang yang kegemukan berisiko tinggi mengalami gangguan sirkulasi darah. Banyak kondisi medis dihubungkan dengan obesitas, termasuk diabetes tipe 2 (diturunkan), penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke serta beberapa jenis kanker.
Konsumsi suplemen pelancar sirkulasi darah
Selagi berusaha menyeimbangkan pola hidup, tubuh memerlukan suplemen yang membantu menunjang kelancaran sirkulasi darah. Yang tergolong aman adalah suplemen herbal karena mengandung bahan alami.
Hal senada diungkapkan Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, ahli herbal dan Guru Besar Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Beberapa tanaman herbal terbukti memiliki khasiat yang bermanfaat bagi sirkulasi darah. Tanaman herbal, berkhasiat karena memiliki senyawa kimia yang bioaktif dan menghasilkan efek farmakologi. Efek farmakologi itulah yang sering dimanfaatkan sebagai suplemen yang membantu kesehatan manusia.
Rudi Irawan, seorang kepala akuntan di sebuah perusahaan swasta di daerah Senen, Jakarta Pusat, membuktikan konsumsi suplemen herbal pelancar sirkulasi darah banyak membantunya setelah konsumsi teratur dalam tiga setengah bulan. Rudi memiliki keluhan hipertensi dan vertigo dalam satu setengah tahun terakhir dan bergantung dengan obat resep dokter. Rudi mengaku setelah mengonsumsi suplemen herbal pelancar darah, tubuhnya lebih bugar.
“Saat kontrol ke dokter, sedikit demi sedikit obat-obatan dikurangi, hingga akhirnya dokter memutuskan saya tak perlu lagi mengonsumsi obat hipertensi,” ujarnya dengan gembira saat berbicara di depan wartawan dalam sebuah acara media gathering yang digagas PT Darya Varia Laboratoria, belum lama ini.
sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar